– Indikator teknikal krusial Bitcoin, ialah Spent Output Profit Ratio (SOPR), telah naik ke 1.018 dalam 90 hari terakhir. Ini mendekati area rawan 1.02-1.03, level nan pada Maret 2024 dan Februari 2025 memicu koreksi tajam 10-20 persen hanya dalam waktu dua minggu.
Dengan nilai Bitcoin saat ini di kisaran US$ 66.000, para trader sekarang siaga penuh, apakah pasar bakal kembali terpeleset oleh tekanan jual nan sama?
Apa Itu SOPR dan Kenapa Penting?
Melansir dari ambcrypto.com, SOPR mengukur apakah koin nan dipindahkan di jaringan menguntungkan alias merugi. Jika berada di atas 1,0, itu berfaedah rata-rata holder menjual dalam kondisi untung. Ketika nomor ini mendekati 1.02, sejarah mencatat itu adalah sinyal profit-taking masif, nan sering memicu koreksi nilai jangka pendek.
Salah satu analis pasar menyebut bahwa setiap kali SOPR melewati 1.02, nilai BTC turun dalam dua minggu berikutnya. Ini area nan tidak bisa diabaikan.
Tanda-Tanda Performa Jaringan Mulai Loyo?
Dua metrik on-chain penting, NVT dan NVM ratio, menunjukkan penurunan signifikan:
- NVT turun 11,21 persen.
- NVM ambruk 16,21 persen.
Keduanya mengukur apakah valuasi nilai selaras dengan aktivitas jaringan dan pertumbuhan pengguna. Penurunan tajam ini menyiratkan bahwa nilai Bitcoin naik lebih sigap dari pertumbuhan utilitasnya.
Jika tren ini terus berlanjut, itu bisa melemahkan fondasi esensial dari kenaikan nilai Bitcoin, meski narasi ETF dan sentimen makro positif.
Baca Juga: Dogecoin Kuat di Atas US$ 0,21, Kapan Bakal Sentuh US$ 0.5?
Leverage Naik, Resiko Shakeout Meningkat?
Funding Rate berbobot Open Interest terus positif sejak awal Juli, artinya trader derivatif mulai condong ke arah long (bullish). Ini menciptakan resiko ledakan jika nilai BTC tiba-tiba terkoreksi.
Meskipun saat ini belum ada lonjakan ekstrem pada funding rate, kombinasi SOPR > 1.02 dan leverage tinggi berpotensi memicu guncangan pasar nan cepat.
Optimisme tetap terukur, namun pasar sangat sensitif terhadap sentimen baru.
Investor Masih Tarik BTC dari Bursa
Menariknya, meskipun tekanan jual meningkat secara teori, net outflow BTC dari bursa tetap tinggi, lebih dari 31.000 BTC keluar dalam beberapa hari terakhir, setara dengan penurunan 2,35 persen dalam saldo bursa.
Ini biasanya menandakan akumulasi jangka panjang, bukan pengedaran untuk ambil untung. Artinya, pelaku pasar besar tetap siap melepas koin mereka, dan SOPR tinggi belum dibarengi dengan lonjakan inflow ke bursa.
Jadi, Apakah Bitcoin bakal Koreksi?
Data menunjukkan pasar sedang berada di persimpangan krusial:
- SOPR nyaris menyentuh level koreksi historis.
- Aktivitas jaringan melemah.
- Leverage naik, tapi belum ekstrem.
- Dana tetap keluar dari bursa, bukan masuk.
Jika tren outflow memperkuat dan funding tetap terkendali, pasar bisa saja menghindari koreksi besar kali ini. Namun jika SOPR menembus 1.02 dan funding melonjak, volatilitas tajam bisa terjadi sewaktu-waktu.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.