Bitcoin Bakal Akhiri Bull Run dalam 60 Hari?

Sedang Trending 2 hari yang lalu

– Setelah mencetak rekor nilai baru di atas US$ 124.000 awal bulan ini, momentum Bitcoin sekarang mulai goyah. Harga sempat menyentuh bawah US$ 109.000 dalam pekan nan sangat volatil. Banyak penanammodal berambisi reli bakal berlanjut, namun tekanan musiman dan ketidakpastian makro telah menahan laju kenaikan.

Namun menurut analis mata uang digital Cryptobirb, bull run saat ini belum selesai, tapi sudah nyaris mencapai akhir.

93 Persen Siklus Sudah Terlewati, Puncak Diperkirakan 60 Hari Lagi

Cryptobirb menyebut bahwa siklus bull Bitcoin saat ini sudah memasuki 93 persen dari total durasinya, berasas campuran info historis, pola pasca-halving, dan tren musiman. Dengan proyeksi waktu puncak antara akhir Oktober hingga pertengahan November 2025, para pelaku pasar sekarang memasuki fase kritis dari siklus.

Siklus saat ini dimulai pasca-halving pada 19 April 2024, dan telah berjalan 1.007 hari. Berdasarkan lama siklus sebelumnya:

  • 2010-2011: 350 hari.
  • 2011-2013: 746 hari.
  • 2015-2017: 1.068 hari.
  • 2018-2021: 1061 hari.

Cryptobirb memperkirakan puncak nilai bakal terjadi hari ke 1.060 hingga 1.100, alias tepatnya antara 19 Oktober dan 20 November 2025.

Baca Juga: Berapa Tinggi Harga XRP Dalam 3 Tahun Menurut Standard Chartered

Siklus Bear Biasanya Mengikuti, Turun hingga 66 Persen

Setelah puncak, koreksi besar biasanya menyusul. Berdasarkan info sebelumnya, pasar bear berjalan antara 370 hingga 410 hari, dengan penurunan nilai rata-rata sekitar 66 persen dari puncak.

Meskipun nilai sedang koreksi, Bitcoin tetap berada di atas rata-rata pergerakan mingguan (SMA) 50 dan 200.

  • SMA 50 minggu: US$ 97.094.
  • SMA 200 minggu: US$ 52.590.

Biaya penambangan juga stabil di sekitar US$ 97.124, dan rasio profitabilitas seperti NUPL dan MVRV tetap menunjukkan pasar dalam kondisi sehat, tanpa tanda kapitulasi pasar.

ETF Catat Outflow, Tapi Tidak Mengubah Tren Utama

Pada 21 Agustus, tercatat outflow ETF sebesar US$ 194 juta, namun posisi institusional secara keseluruhan tetap kuat. Cryptobirb menyebut bahwa meskipun krusial untuk dipantau, arus keluar ini tidak cukup kuat untuk menggagalkan tren makro nan sedang berlangsung.

Secara musiman, Agustus–September condong lemah, tapi Oktober dan November adalah bulan terkuat secara historis bagi Bitcoin. Hal ini semakin memperkuat proyeksi bahwa puncak siklus bakal terjadi dalam 60 hari ke depan.

“Inti dari semuanya adalah sekitar 60 hari dari jendela blow-off Bitcoin (15 Okt – 15 Nov). ETF memang catat outflow, tapi kalkulasi siklus, halving dan musim semua menunjuk ke finale besar di Q4,” pungkas Cryptobirb.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Iqbal Maulana

Penulis nan senang mengawasi pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari perihal baru dan berjumpa dengan orang baru.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian