– Bitcoin (BTC) kembali tertekan setelah tindakan jual besar-besaran dari whale dan lembaga finansial mengguncang pasar. Dalam enam hari terakhir, alamat whale dengan kepemilikan 10.000 – 100.000 BTC telah melepas lebih dari 30.000 BTC, senilai lebih dari US$ 3,45 miliar.
Melansir dari finbold.com, penurunan nilai hingga mendekati area support kritis di US$ 115.000.
Tekanan Ganda dari Whale dan Long-Term Holder
Bukan hanya whale, info CryptoQuant (19 Agustus) juga mencatat long-term holder mulai ikut mencairkan aset mereka. Aksi ini memperbesar resiko pelemahan lebih lanjut.
Saat tulisan ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di US$ 115.553, naik tipis 0,45 persen harian, namun tetap turun 2,5 persen dalam sepekan.
Jika tekanan jual berlanjut, dan BTC kandas memperkuat di atas US$ 115.000, nilai bisa tergelincir ke US$ 112.500, apalagi berpotensi menguji US$ 110.000 sebagai support berikutnya.
Baca Juga: Lawan Raksasa Mining, Penambang Independen Menang Jackpot 3.137 BTC
ETF Issuer Turut Pangkas Aset
Aksi jual ini diperparah oleh beberapa penerbit ETF Bitcoin besar nan memangkas kepemilikan mereka. Ark 21Shares melepas sekitar 559,85 BTC senilai US$ 64,4 juta, sementara BlackRock menjual 490 BTC senilai US$ 68,7 juta.
Meskipun nomor tersebut mini jika dibandingkan dengan total portofolio mereka, timing tindakan jual ini cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, langkah ini terjadi bertepatan dengan mundurnya Death Cross pada diagram kekuasaan Bitcoin, sebuah sinyal teknis nan kerap diasosiasikan dengan rotasi modal keluar dari BTC menuju aset lain.
Pasar Masih Rapuh
Secara keseluruhan, tindakan jual whale dan ETF ini berjalan di tengah kondisi pasar mata uang digital nan rapuh, ditandai oleh likuiditas nan melemah.
Pertanyaan besar pun muncul, ialah apakah tindakan jual ini hanya sekadar rebalancing taktis akibat aspek makroekonomi, alias tanda dari pergeseran sikap institusional terhadap Bitcoin.
Pun demikian dengan penanammodal ritel, nan sekarang tampaknya ragu untuk memasuki pasar mata uang digital lantaran harga Bitcoin nan sudah terlalu naik. Dalam perihal ini, sejumlah penanammodal mulai mempertimbangkan untuk menunggu koreksi besar hingga BTC menyentuh nomor US$ 100.000, alias apalagi US$ 90.000.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.