– Bitcoin (BTC) menutup perdagangan mingguan dengan tekanan, menyentuh level terendah beberapa hari menjelang Minggu, saat pelaku pasar bersiap menghadapi pekan nan dipenuhi resiko info makro. Data TradingView menunjukkan BTC/USD turun sekitar 1,6 persen dan sempat menyentuh US$ 87.471 di BitStamp.
Di pasar derivatif, tekanan jual ikut memicu gelombang likuidasi. Data CoinGlass menunjukkan total likuidasi mata uang digital 24 jam melampaui US$ 250 juta, dengan posisi long menjadi porsi terbesar.

Sejumlah pengamat mengaitkan pelemahan ini dengan meningkatnya ketidakpastian kebijakan di Amerika Serikat. The Kobeissi Letter menilai pasar sedang rentan lantaran prospek shutdown pemerintah Amerika nan kembali membayangi dalam beberapa hari ke depan.
Dalam sejumlah unggahan di platform X, para pengamat menyebut pekan ini sebagai periode nan ‘besar’ bagi pasar, menyoroti kombinasi ancaman tarif dari Presiden Donald Trump terhadap Kanada, rilis info ekonomi, hingga agenda bank sentral Amerika.
Fokus utama pasar bakal tertuju pada keputusan suku kembang Federal Reserve nan dijadwalkan 28 Januari. Ekspektasi umum saat ini adalah suku kembang tetap, meski Trump dilaporkan kembali menekan agar pemangkasan dilakukan.
Perkiraan dari FedWatch Tool milik CME Group juga menggambarkan kesempatan pemangkasan dalam waktu dekat tetap rendah, memperkuat narasi bahwa pasar tetap kudu berhadapan dengan kondisi finansial nan ketat lebih lama dari angan sebagian investor.
Baca Juga: Jangan Kejar Bottom, Ini Cara Beli Dip Tanpa Keburu Nyangkut Ala Pengamat Kripto
Di sisi teknikal, sejumlah trader menilai pergerakan nilai jangka pendek belum memberi ruang kondusif bagi pembeli. Trader CrypNuevo menyoroti bahwa Bitcoin mulai kehilangan ‘mid-range’ pada rentang pergerakan saat ini,
“Level US$ 86.300 adalah ‘garis pasir’ bagi bulls berasas likuiditas order book, dan jika level-level kunci terus kandas dipertahankan, skenario kembali ke low US$ 80.000-an dalam beberapa pekan ke depan menjadi semakin masuk akal,” ungkap CrypNuevo.
Dalam kerangka tersebut, setiap reli singkat pekan ini dia lihat lebih sebagai kesempatan short daripada awal pembalikan tren.
Namun tidak semua komentar sepenuhnya bersuara gelap. Salah satu analis papan atas nan sering optimis dengan pergerakan Bitcoin, ialah Michael van de Poppe mencoba mencari sinyal nan lebih konstruktif dari perspektif pandang komparasi aset.
Setelah emas dan perak mencetak rekor baru, dia menyoroti kemungkinan terbentuknya bullish divergence pada pasangan BTC/XAG di timeframe tiga hari.
“Jika divergensi itu betul terkonfirmasi, itu bisa menjadi petunjuk bahwa perak mendekati puncak momentum dan arus modal mulai berputar ke aset lain,” ujar Poppe.
Meski dia menekankan pekan ini tetap berpotensi sangat volatil, dia juga tidak menjamin adanya pembalikan tren dalam waktu dekat.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
15 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·