Analis Peringatkan Bitcoin Bisa Turun ke $38.000 di 2026

Sedang Trending 1 hari yang lalu

– Bitcoin (BTC) tetap diperdagangkan relatif stabil di kisaran US$ 89.260, namun sejumlah analis mulai memperingatkan bahwa tekanan penurunan nan lebih dalam bisa terjadi pada 2026. Peringatan tersebut muncul di tengah sinyal teknikal nan dinilai berpotensi menandai fase koreksi besar berikutnya bagi aset mata uang digital terbesar di dunia.

Analisis on-chain terkemuka, ialah Ali Martinez mengungkapkan bahwa Bitcoin baru saja membentuk death cross pada diagram harian, menggunakan perpotongan antara simple moving average (SMA) 10 hari dan 50 hari. Dalam unggahan di platform X pada 1 Januari lalu, Martinez menjelaskan bahwa sinyal serupa di masa lampau sering kali mendahului penurunan nilai nan signifikan.

Ia mencontohkan peristiwa Maret 2020, ketika Bitcoin terkoreksi sekitar 53 persen, serta September 2014, saat nilai ambruk hingga 67 persen setelah pola teknikal nan sama muncul. Berdasarkan preseden tersebut, Martinez memperkirakan Bitcoin berpotensi turun ke kisaran US$ 38.000 hingga US$ 50.000 pada 2026, alias setara dengan koreksi sekitar 44 persen hingga 57 persen dari level ini.

Meski terdengar pesimistis, Martinez menilai skenario tersebut tidak sepenuhnya negatif. Menurutnya, koreksi besar justru dapat mengembalikan Bitcoin ke area valuasi nan lebih menarik bag penanammodal jangka panjang. Penurunan tajam bakal memperlebar potensi kenaikan di masa depan, sekaligus membersihkan ekses spekulasi nan biasanya menumpuk di akhir fase reli.

Baca Juga: Dua Aset Digital Baru nan Bisa Guncang 2026

Pandangan serupa juga datang dari analis pasar tradisional. Mike McGlone, analis komoditas senior di Bloomberg, memperkirakan bahwa Bitcoin beresiko turun menuju area US$ 50.000 pada 2026 sebelum menemukan dasar nan lebih solid. McGlone menilai bahwa reli besar berikutnya kemungkinan baru bakal terjadi setelah fase penyesuaian tersebut, apalagi mungkin baru terlihat pada 2027.

Ia juga menyoroti keahlian pasar mata uang digital secara keseluruhan sepanjang 2025. Bloomberg Galaxy Crypto Index, nan dirancang sebagai tolok ukur pasar aset digital, tercatat turun sekitar 19 persen sepanjang tahun lalu. Penurunan ini dipandang sebagai sinyal bahwa tekanan struktural belum sepenuhnya mereda dan tren pelemahan bisa berjalan lebih lama dari nan diharapkan sebagian investor.

Kinerja Bitcoin sendiri sepanjang 2025 memperkuat pandangan tersebut. Setelah mencetak puncak di atas US$ 126.000 pada Oktober, nilai terkoreksi tajam dan kandas kembali ke level tertinggi, mematahkan pola siklus empat tahunan nan selama satu dasawarsa terakhir sering dijadikan referensi pelaku pasar.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian