– Bitcoin (BTC) terus menunjukkan ketahanan di atas level US$ 90.000, memicu spekulasi bahwa aset mata uang digital terbesar di bumi itu sedang bersiap untuk pergerakan nilai nan lebih besar. Sejumlah parameter teknikal sekarang mengarah pada fase krusial, di mana pasar diperkirakan bakal segera menentukan arah selanjutnya.
Dalam beberapa hari terakhir, Bitcoin terlihat bergerak semakin sempit dalam pola symmetrical triangle pada diagram empat jam, sebuah susunan teknikal nan kerap menjadi pendahulu lonjakan volatilitas. Pola ini mencerminkan pasar nan sedang menahan napas, dengan volatilitas nan menurun dan pelaku pasar menunggu pemicu nan jelas sebelum mengambil posisi lebih agresif.

Salah satu analis di media sosial X-nya, ialah Ali Martinez menyoroti struktur tersebut pada sebuah postingan pada Minggu (4/1/2026). Ia menjelaskan, fase konsolidasi nan sedang berjalan membuka kesempatan terjadinya pergerakan nilai sekitar 15 persen begitu Bitcoin keluar dari pola tersebut.
“Harga sedang terkompresi, dan kondisi seperti ini biasanya berhujung dengan pergerakan kuat ke salah satu arah,” ungkap Ali.
Saat ini, garis resisten menurun membatasi pergerakan nilai di kisaran US$ 91.000 hingga US$ 92.000, sementara garis support nan terus naik memperkuat di atas area US$ 86.800. Jika Bitcoin bisa menembus area resisten secara meyakinkan, proyeksi teknikal menunjukkan potensi kenaikan menuju alias apalagi melampaui, sebuah level psikologis nan selama ini menjadi perhatian utama pasar. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan support dapat membuka ruang koreksi ke area US$ 80.000-an, meski sejauh ini tekanan tetap condong mendukung sisi atas.
Sinyal positif mulai terlihat ketika Bitcoin sempat menembus US$ 91.000 pada akhir pekan, seiring membaiknya selera resiko di pasar mata uang digital secara keseluruhan. Reli tersebut terjadi berbarengan dengan gelombang likuidasi di pasar derivatif, nan membersihkan posisi-posisi padat dan mereset leverage jangka pendek.
Baca Juga: Analis Peringatkan Bitcoin Bisa Turun ke $38.000 di 2026
Data menunjukkan sekitar US$ 180 juta posisi futures terlikuidasi dalam 24 jam terakhir, dengan posisi short menyumbang sekitar US$ 133 juta. Kondisi ini mengindikasikan banyak trader nan bertaruh melawan kenaikan nilai terpaksa menutup posisi mereka, sehingga mempercepat dorongan naik.
Selain aspek teknikal dan likuidasi, dinamika geopolitik juga ikut berperan. Perkembangan sigap dari Venezuela memicu volatilitas di pasar dunia dan mendorong sebagian penanammodal kembali mengambil risiko, nan pada gilirannya mendukung pergerakan Bitcoin dan aset mata uang digital lainnya.
Pada saat penulisan, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$ 91.460, naik sekitar 2 persen dalam 24 jam terakhir dan lebih dari 4 persen dalam sepekan. Dari sisi teknikal, nilai sekarang berada di atas simple moving average (SMA) 50 hari, nan berada di sekitar US$ 90.018. Hal ini menandakan momentum jangka pendek hingga menengah tetap cukup konstruktif. Namun, Bitcoin tetap berada di bawah SMA 200 hari di kisaran US$ 99.664.
Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 56,48, menempatkan Bitcoin di zona netral. Angka ini mencerminkan adanya dorongan naik nan moderat tanpa tanda-tanda jenuh beli. Namun, pasar tetap memerlukan konfirmasi tambahan sebelum tren nan lebih kuat betul-betul terbentuk.
Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.
Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·