6 Cara ‘Nyeleneh’ yang Pernah Dilakukan Orang Untuk Menambang Bitcoin

Sedang Trending 20 jam yang lalu

– Penambangan Bitcoin (BTC) identik dengan mesin ASIC bising di penyimpanan besar. Namun, di luar ‘pabrik hash’ itu, ada sisi lain nan lebih santai, apalagi nyeleneh. Sejumlah pegiat teknologi pernah mencoba menambang Bitcoin memakai perangkat tak terduga, mulai dari konsol gim jadul sampai pemanas ruangan.

Meski sebagian besar berkarakter eksperimen, deretan percobaan ini menunjukkan bahwa Bitcoin bukan hanya urusan finansial, namun juga taman bermain bagi para ‘tukang oprek’. Berikut 6 langkah nyeleneh nan pernah dilakukan orang untuk menambang Bitcoin:

1. Game Boy

Salah satu cerita paling viral datang dari penelitian mengubah Nintendo Game Boy (rilis 1989) menjadi ‘penambang’ Bitcoin, dengan kecepatan nan sangat kecil, ialah sekitar 0,8 hash per detik.

Agar bisa terhubung ke sistem modern, perangkat ini dibantu mikrokontroler Raspberry Pi Pico sebagai adaptor link cable, lampau disambungkan ke node di komputer.

Hasilnya, secara teknis bisa melakukan penambangan, tapi skalanya lebih cocok disebut demonstrasi sains daripada mesin pencetak BTC.

2. Raspberry Pi

Raspberry Pi juga pernah dipakai dalam proyek penambangan, lantaran bukan lantaran kuat menghitung SHA-256, melainkan lantaran murah, irit daya dan praktis untuk mengendalikan perangkat mining mini via USB hub. Dalam satu contoh, Pi menjelaskan software seperti CGminer untuk mengontrol USB ASIC nan bentuknya mirip flashdisk.

Poin pentingnya, Raspberry Pi sendiri ‘nggak nendang’ untuk mining Bitcoin, tetapi bisa jadi controller ringkas untuk perangkat ASIC mini.

3. USB Stick Miner

Kalau Anda pernah lihat ‘flashdisk’ nan rupanya adalah mining, itu bukan mitos. Ada produk USB stick miner, misalnya lini GekkoScience Compac F, nan memang didesain sebagai ASIC SHA-256 mini untuk hobi/edukasi. Di spesifikasinya, perangkat ini disebut butuh powered hub, punya stock speed 25 GH/s dan dapat mencapai higga 400 Gh/s (dengan catatan perlu pendinginan aktif).

Secara performa, ini jelas bukan tandingan rig ASIC modern dalam skala industri. Tapi untuk eksperimen, demo kelas alias sekedar ‘pengen merasakan mining beneran, corak mungilnya bikin banyk orang penasaran.

Baca Juga: Apa Dampak Keputusan The Fed Suku Bunga Baru-Baru Ini Terhadap Pasar Kripto?

4. Space Heater

Di sisi nan lebih ‘produk konsumen’, ada konsep pemanas ruangan nan mengganti komponen pemanas biasa dengan hardware komputasi untuk menjalankan proses mining, panas nan dihasilkan komputasi bisa dipakai untuk menghangatkan ruangan.

Salah satu contoh nan dipasarkan adalah Heatbit, nan menjelaskan perangkatnya bekerja seperti heater listrik biasa, tetapi panasnya berasal dari proses komputasi mining.

Konsepnya sederhana, pada akhirnya listrik nan dipakai komputer bakal berubah menjadi panas juga. Bedanya, di sini paans itu ‘dimanfaatkan’, apalagi dibuang.

5. Immersion Cooling

Kalau Anda pernah lihat rig mining seperti akuarium, itu biasanya immersion cooling, ialah perangkat ASIC dicelup ke cairan dielektrik untuk menurunkan suhu dan mengurangi kebisingan kipas. Produsen cairan immersion bahakn memasarkan produk unik untuk liquid immersion apalagi memasarkan produk unik untuk liquid immersion cooling of ASIC Bitcoin miners.

Dalam praktiknya, immersion cooling terkenal lantaran membantu stabilitas suhu, nan krusial ketika mesin bekerja 24/7, serta bisa membuka ruang untuk pengaturan performa lebih garang (tergantung setup).

6. Mining Pakai Gas Flaring

Ini mungkin nan paling unik dari sisi letak dan sumber energi, ialah sejumlah operasi mining memanfaatkan gas buangan/stranded gas dari industri migas nan biasanya dibakar (flaring). Ide besarnya ialah gas nan ‘terbuang’ diubah menjadi listrik untuk menyalakan info center modular/rig mining di dekat letak sumur.

Menurut laporan Argus, pendekatan ini dipromosikan sebagai upaya mengurangi akibat flaring dan emisi, misalnya dengan menekan kebocoran metana dari pembakaran tidak sempurna, sekaligus memanfaatkan daya nan sebelumnya tidak berbobot ekonomis.

Kenapa Alat Aneh Ini Muncul?

Karena mining Bitcoin itu kombinasi unik antara teknologi, insentif ekonomi dan budaya oprek. Ada nan murni iseng-edukatif, ada nan pragmatis untuk setup mini, ada nan mengejar efisiensi thermal, sampai nan memanfaatkan sumber daya di letak ekstrem.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian