3 Sinyal Besar yang Bisa Dorong Bitcoin Tembus Rekor Baru di 2025, Nomor 2 Efeknya Gila!

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

– Bitcoin terakhir diperdagangkan di level US$ 120.000 pada 23 Juli, memunculkan pertanyaan di kalangan trader apakah rekor nilai baru tetap mungkin tercapai tahun ini.

Meskipun ketidakpastian ekonomi dunia dan keberlanjutan sektor kepintaran buatan (AI) menjadi dua resiko terbesar, sejumlah analis memandang tiga pendorong besar nan berpotensi membawa kapitalisasi pasar Bitcoin, jauh di atas US$ 2,3 triliun.

Melansir dari cointelegraph.com, beberapa pihak apalagi memperkirakan Bitcoin bisa melampaui valuasi emas nan mencapai US$ 23 triliun. Namun, sebagian lainnya menilai pemisahan penuh (decoupling) dari saham teknologi tetap butuh waktu panjang lantaran mengambil tetap di tahap awal.

Bitcoin Bergerak Seperti Nvidia, Strategy, dan MetaPlanet

Kenaikan valuasi Nvidia dari US$ 2,3 triliun menjadi US$ 4,4 triliun sejak Maret, meski untung bersih kuartalan stagnan, nan menandakan dua kemungkinan. Pertama, pasar sedang bertaruh pada lonjakan pendapatan di masa depan, alias metrik valuasi tradisional mulai kehilangan relevansi.

Dengan utang fiskal nan membengkak, pemerintah di beragam negara diperkirakan bakal mempercepat ekspansi moneter. Data menunjukkan pasokan duit dunia (M2) dari 21 bank sentral terbesar mencetak rekor US$ 55,5 triliun pada Juli, sementara defisit anggaran Amerika mencapai US$ 1,3 triliun hanya dalam sembilan bulan.

Kondisi ini memperkuat skenario bullish Bitcoin, apalagi jika hubungan dengan saham teknologi tetap kuat.

Baca Juga: Shiba Inu Tantang Dogecoin dengan Mekanisme Burn Baru, Apakah Harga SHIB Akan Naik?

Ritel Masih Absen, Tapi Potensi Besar Menanti

Meski Bitcoin telah mencatatkan kenaikan 116 persen dalam setahun terakhir, arus masuk penanammodal ritel tetap terbatas. Aplikasi mata uang digital terkenal seperti Coinbase dan Robinhood belum kembali ke daftar 10 besar unduhan, terakhir terjadi pada November 2024.

Dengan keahlian jauh mengungguli S&P 500 nan hanya naik 22 persen dalam periode nan sama, kesenjangan ini bisa menjadi magnet modal baru, apalagi ketika eksposur media terhadap Bitcoin terus meningkat lewat langkah korporasi seperti Strategy (MSTR) dan MetaPlanet (MTPLF).

Sinyal Kuat dari 401(k)

Sentimen institusional mendapat dorongan baru setelah presiden Amerika Donald Trump menandatangani perintah pelaksana nan mengizinkan aset alternatif, termasuk kripto, masuk ke akun pensiun 401(k).

Michael Heinrich, CEO dari perusahaan 0G Labs menyebut bahwa kebijakan ini berpotensi membuka trilunan dolar biaya pensiun untuk Bitcoin.

Matt Hougan, CIO Bitwise menambahkan perubahan ini bisa menjadi transformasi besar bagi industri.

Saat ini, ETF Spot Bitcoin di Amerika mengelola aset senilai US$ 150 miliar, mendekati instrumen emas nan berbobot US$ 198 miliar per Juli 2025. Melewati level ini bisa menjadi momen simbolis nan mengubah gambaran Bitcoin menjadi aset cadangan, bukan sekedar aset spekulatif.

Disclaimer: Semua konten nan diterbitkan di website Cryptoharian.com ditujukan sarana informatif. Seluruh tulisan nan telah tayang di bukan nasihat investasi alias saran trading.

Sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada mata duit kripto, senantiasa lakukan riset lantaran mata uang digital adalah aset volatil dan berisiko tinggi. tidak bertanggung jawab atas kerugian maupun untung anda.

Selengkapnya
Sumber Crypto Harian
Crypto Harian